Iwel-iwel

Resep Sederhana Iwel-Iwel Kuliner Tradisional, Filosofi Doa Kepada Orang Tua

Resep Sederhana Iwel-Iwel Kuliner Tradisional, Filosofi Doa Kepada Orang Tua

Resep Sederhana Iwel-Iwel Kuliner Tradisional, Filosofi Doa Kepada Orang Tua

Iwel-Iwel, sejenis jajanan tradisional, memiliki nilai simbolis yang dalam dalam budaya Indonesia. Biasanya disajikan sebagai bagian dari selamatan kelahiran bayi, jajanan ini memang jarang dijumpai di pasar sehari-hari karena dibuat khusus untuk momen istimewa tersebut. Nama "iwel-iwel" sendiri berasal dari potongan doa kepada orang tua, "liwalidayya". Ia mengandung harapan bahwa bayi yang baru lahir akan senantiasa berbakti kepada orang tua, seperti tekstur kue yang lengket karena terbuat dari ketan dengan gula merah sebagai isian.

Bahan-Bahan:

  • 750 gr Tepung Ketan Rose Brand
  • 300 gr Gula Jawa / Gula Bathok / Gula Merah
  • 1 butir Kelapa Muda besar, diparut
  • 1/2 sendok teh Garam
  • 50-75 ml Air hangat / suam-suam kuku
  • Daun Pisang secukupnya
  • Tusuk gigi secukupnya

Cara Memasak:

  1. Campurkan tepung ketan dengan garam terlebih dahulu.
  2. Iris gula merah dan kupas kulit kelapa muda, cuci, lalu parut seperti saat membuat unti parut.
  3. Campurkan kelapa muda yang sudah diparut ke dalam tepung ketan tadi. Aduk rata hingga teksturnya agak kenyal seperti adonan putu. Pastikan teksturnya tidak terlalu lembek. Tambahkan sedikit air suam-suam kuku sambil terus diaduk.
  4. Siapkan daun pisang yang sudah dibersihkan sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
  5. Ambil 1,5 sendok makan adonan tepung ketan yang sudah disiapkan. Beri isian gula merah yang sudah disisir sebanyak 2 sendok teh. Lalu tutup dengan 1,5 sendok makan adonan tepung ketan lagi. Bungkus seperti onde-onde dan sematkan dengan tusuk gigi.
  6. Kukus selama kurang lebih 3/4 jam hingga 1 jam atau sekitar 45-60 menit.
  7. Setelah matang, angkat dan tiriskan hingga dingin. Potong daun pisang sesuai selera untuk penyajian.
Iwel-Iwel bukan sekadar makanan lezat, namun juga mengandung filosofi kebersamaan dan rasa syukur terhadap keluarga, khususnya orang tua. Dengan setiap gigitannya, kita diingatkan akan pentingnya menghargai kasih sayang dan peran orang tua dalam kehidupan.

Komentar