Buku

Buku Tiga Kuda di Bulan Tiga dan Lampirannya Karya Mardi Luhung

Buku Tiga Kuda di Bulan Tiga dan Lampirannya Karya Mardi Luhung

Buku Tiga Kuda di Bulan Tiga dan Lampirannya Karya Mardi Luhung

Identitas Buku Judul : TIGA KUDA DI BULAN TIGA DAN LAMPIRANNYA Penulis : Mardi Luhung Cetakan : Cetakan pertama, November 2022 Penerbit : BASABASI Tebal : 88 halaman Daftar Isi : 1. Daftar Isi 2. Kuda, Waktu Kecil, dan Ladam 3. Tiga Kuda di Bulan Tiga dan Lampirannya 4. Bulan Tiga 5. Bintang 6. Wangsa 7. Pohon rahasia 8. Denyut 9. Nganga 10. Lambung 11. Benang 12. Gertak 13. Kuping 14. Tuah Tanam 15. Tersimpul 16. Kaki Delapan 17. Telaga 18. Gema 19. Goresan 20. Pintu 21. Jelma 22. Memang 23. Kini 24. Pangkal 25. Timang 26. Penyelonong 27. Leher 28. Samar 29. Tembok 30. Ungu 31. Purba 32. Bisik 33. Muara 34. Lampirannya 35. Tutul 36. Gandun 37. Menyapa Mardi 38. Arsar 39. Malam Oktober 2013 40. Weton 41. Firman Hutan 42. Kabar 43. Sedak 44. Nyala 45. Biodata Sinopsis : Ketika waktu melompat ke tahun 2014-an, aku kembali tertarik pada kuda. Tapi bebeda dengan waktu kecil (yang kudanya sebagai pengangkut), di tahun itu aku tertarik pada kuda karena puisi (terutama ketika membaca beberapa puisi kudanya umbu landu paranggi yang kerap aku bicarakan dengan Mira MM Astra via telepon). Dan di dalam ketertarikan ini, aku juga membaca sekian cerita tentang kuda. mulai dari kuda yang memang sebagai tunggangan, sampai pada yang dipersonifikasikan. Aku merasa bukanlah sekedar binatang yang kuat, Kesit, dan kuku. Ia juga dapat dijadikan simbol-simbol tertentu. Simbol-simbol yang kerap merujuk pada peristiwa yang tak terduga. sepert: kematian, perjuangan, kerinduan, dan atau mungkin sesuatu yang bukan apa-apa, tetapi selalu ada seperti rerumputan di halaman rumah, yang tak diharapkan tumbuh, tapi selalu saja tumbuh. Dan itu membuat apa apa yang terbuka, pun tertutup. Karena memang takdirnya harus tertutup. Takdir, yang belakangan pun berbisik padaku: "Aku selalu berada di sisimu. Jadi, silahkan kau menyapaku atau tidak. Tapi, yakinlah, justru akulah yang nantu selalu pertama kali menyapamu." Buku koleksi: OMAH BUKU BOJONEGORO

Komentar