Sifat keksatriaan merupakan sumber dari keberanian dalam memperjuangkan serta menegakkan nilai-nilai yang diyakini dalam mencapai keutuhan yang ingin diraih.
***
Muda mudi berkumpul di bawah hiasan lampu Sematta Kopi yang sederhana. Dan kesederhanaan itulah yang memancarkan energi positif bagi kami yang hadir. Semua yang hadir sedang berusaha meneladani kesederhanaan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid). Kesederhanaan yang menjadi salah satu dari 9 nilai utama Gus Dur. Gus Dur adalah sosok yang sangat sederhana dalam berpenampilan. Namun gaya berpikirnya yang cukup luas dan visioner. Tak terhenti di situ, seringkali kita juga melihat Gus Dur menyampaikan pesan dengan khas humor intelektualnya yang selalu membuat orang di sekelilingnya tertawa lepas. Di Sematta Kopi, layar proyektor besar telah terpampang, menandakan acara segera dimulai. Acara tersebut ialah nonton bareng, eitz bukan Drakor, Hollywood, ataupun Bollywood, tetapi film dokumenter yang membutuhkan analisis mendalam bagi para penikmatnya. GUSDURian Bojonegoro kali ini mengadakan Haul Gus Dur ke-12, dengan cara membedah film dokumenter Gus Dur saat masih menjabat jadi Presiden RI di Sematta Kopi Bojonegoro, Sabtu 08 Januari 2022. Film tersebut berjudul “High Noon In Jakarta” yang disutradarai oleh Curtis Levy, seorang sutradara asal Australia. "Dengan membedah film dokumenter tersebut, diharapkan akan menjadi pemantik semangat Keksatriaan para penggerak GUSDURian, khususnya GUSDURian Bojonegoro," ungkap Aziz ketua panitia. Kordinator GUSDURian Bojonegoro Hendro Sulistiyo menambahi. “Bahwa GUSDURian itu sudah ada rel dalam melaksanakan roda-roda berjalannya komunitas. Yaitu dengan Sembilan Nilai Utama Gus Dur atau (9 NU GD), yang salah satunya adalah Keksatriaan’. GUSDURian secara khusus memaknai sifat keksatriaan merupakan sumber dari keberanian dalam memperjuangkan serta menegakkan nilai-nilai yang diyakini dalam mencapai keutuhan yang ingin diraih. Proses ini dapat digambarkan dengan integritas pribadi; memiliki rasa tanggung jawab yang utuh pada proses yang harus ditempuh serta konsekuensi yang dihadapi, komitmen yang tinggi serta istiqomah. Gus Dur mengedepankan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani proses, seberat apapun, dalam menyikapi hasil yang dicapainya. Nah, dalam film dokumenter yang berjudul “High Noon In Jakarta” tersebut menggambarkan bagaimana sikap (Keksatriaan) Gus Dur dalam mengambil sikap sebagai presiden yang penuh risiko. Salah satu kebijakannya ialah memberhentikan Menko Polkam yang diduga tersangkut pelanggaran HAM di Timor Leste. Pada acara nobar ini, hadir juga empat pemantik di tengah muda-mudi yang tengah menikmati kopi dan diskusi bedah film. (Saat itu saya mencoba menyimak obrolan para pemantik dengan ditemani kopi dan sebatang rokok). Bapak Mahmudi (Kepala Bakesbangpol Bojonegoro) Beliau menuturkan, bahwa di dalam film tersebut terdapat nilai-nilai yang sangat luar biasa yaitu Jiwa Kebangsaan yang ditunjukkan oleh Gus Dur kepada masyarakat seluruh Indonesia dan juga dunia internasional dalam menghadapi konflik tersebut. Mr Ari Hakim (Unsur Pegiat Sejarah dari Kampung Inggris Pare Kediri)


***
Dari empat pemantik dengan latar belakang yang beragam, telah melahirkan banyak sudut pandang yang berbeda-beda. Tentu perbedaan bukanlah perpecahan, akan tetapi dapat menambah kekayaan khasanah keilmuan. Meminjam istilah dari Gus Dur “berkat perbedaan, semuanya jadi terang benderang”, perbedaan bukanlah perpecahan tetapi hadir sebagai pencerahan. Bunuhlah watak sektarian, dan hiduplah dengan keberagaman, sebab Indonesia ada karena keberagaman. Marilah kita instal 9 nilai utama Gus Dur (Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Kesederhanaan, Persaudaraan, Keksatriaan, Kearifan Tradisi) untuk diaplikasikan ke dalam diri kita.
Komentar
Posting Komentar